Welcoming my another gem

1 06 2015

img_0697

Maier Narendra Firnas

Perkenalkan ini putra kedua kami Maier Narendra Firnas. Ya, kami sengaja menamakan tersebut dengan harapan kelak ia akan menjadi raja yang bersinar. Berjaya di jamannya.

Putera kami lahir pada jumat 29 mei 2015 dengan kelahiran normal di RS pondok indah jakarta. Dr Azen salim lah yang membantu membawa maier keluar dari rahim ibunya untuk melihat indahnya dunia. Sejak anak pertama kami masih di dalam kandungan hingga lahir kami memakai  dokter yang satu ini. Dokter yang sangat ramah, selalu tersenyum, rame, dan jarang memberikan pantangan terhadap isteri saya. Hamil harus di syukuri dan dinikmati. Setidaknya itu pesan yang kami tangkap.

Kembali ke cerita tentang Maier, anak saya cukup lama proses kelahirannya. Memang sejak anak pertama kami juga mengalami kejadian yang serupa. Bahkan waktu itu 3 hari 2 malam saya menemani isteri saya di dalam ruang bersalin.

Proses baby delivery dimulai dengan induksi oles. Sejak induksi ini saya tidak mengira dari bukaan pertama hingga bukaan ke empat saja tidak secepat yang saya bayangkan. Tadinya saya pikir yang namanya bukaan itu berlangsung konstan dari pertama hingga kesepuluh. Maklum saya bukan termasuk suami yang rutin baca mengenai proses kelahiran. Hehe

Tapi ya, saya kagum dengan kemajuan ilmu kedokteran sekarang. Isteri saya menggunakan ILA, anastesi pengurang rasa sakit. Biasanya penggunaanya diberikan setelah bukaan empat. Kata isteri saya sih berkurang jauh rasa sakitnya. Mungkin bisa dijadikan refferensi bagi ibu-ibu yang kepingin melahirkan normal tapi nggak ingin sakit-sakit amat. 😉

Prof. Ruswan adalah dokter anastesi yang kami pilih. Jika teman-teman coba googling pasti nemu deh nama Prof.Ruswan ini. Beliau cukup terkenal terkait soal anastesi terutama dalam konteks ILA. Ya, karena sepertinya belum semua dokter bisa melakukan ILA. Mungkin prosesnya rumit kali ya?.

Dari bukaan kelima hingga kesepuluh berlangsung cukup cepat. Jujur, rasa deg-degan saya mulai terasa waktu Dr. Azen bilang “oke, sus siapkan alat-alatnya kita proses sekarang!”. Aduh mak rasanya dengkul saya lemes. Saya juga bingung bukan saya yang mau melahirkan kok saya yang lemes. Maklum, habis kan suka ada beberapa cerita soal melahirkan yang endingnya sedih. Naudzubillah min dzalik. Dalam hati saya berdoa semoga prosesnya lancar dan ibu serta bayi sehat dan selamat.

Tidak sampai 15 menit Maier pun lahir dan dilanjutakan proses IMD. RSPI sepertinya mendukung yang namanya proses IMD ini karena sejak anak pertama juga dulu melewati proses ini.

Singkat cerita, proses melahirkan adalah proses membahagiakan bagi tiap pasangan. Mau itu kelahiran normal maupun caesar (bener ga ya tulisannya?) sama saja. Perjuangan seorang ibu dalam melahirkan putera atau puterinya adalah perjuangan hidup dan mati yang harus kita sadari. Buat ayah-ayah (ga bermaksud menggurui ya) setidaknya dampingi isteri dari pra kelahiran hingga pasca kelahiran. Banyak hal-hal kecil yang dapat membahagiakan isteri meskipun hanya bantuin ganti popok bayi di tengah malam.

Well, that is it sepenggal cerita kelahiran putera saya,Maier. Blog ini saya tulis untuk menjadi kenangan saya sekaligus sebetulnya saya belum ngantuk karena habis gantiin popok si bayi yang hampir tiap dua jam bangun makanya saya ngeblog aja sekalian. Hehe

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: