Middle Income Trap

9 06 2014

Akhir-akhir ini sering kita mendengar istilah “middle income trap”. Tidak heran karena sejak masyarakat Indonesia mencapai penghasilan rata-rata USD 3500 per orang pada 2010 lalu, negara ini sudah naik kelas menjadi negara berpendapatan menengah. Lalu mengapa ada istilah “Trap” di situ ? Ini adalah istilah untuk negara berpendapatan menengah
yang terjebak di posisinya dan tidak mampu melakukan lompatan ke negara dengan berpendapatan tinggi.

Menkeu M.Chatib Basri mengatakan bahwa saat ini Indonesia harus melakukan persiapan agar terhindar dari jebakan negara berpenghasilan menengah, ini merupakan isu jangka menengah dan jangka panjang namun persiapannya harus dimulai dari sekarang.

Memang, untuk menjadi negara maju dan berpenghasilan tinggi maka Indonesia harus mampu berinovasi dan meningkatkan kualitas SDM nya. Membangun kemampuan R&D serta mempekerjakan highly educated skilled labor adalah yang utama. Indonesia sebaiknya menggeser labor intensive manufacturing ke technology intensive manufacturing serta meninggalkan ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah

Bonus Demografi
Keunggulan yang diyakini mampu membawa Indonesa lolos dari middle income trap adalah bonus demografinya dimana jumlah usia produktif diperkirakan selalu meningkat hingga 2030, keunggulan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemerintah. Bonus demografi ini harus diikuti dengan penciptaan lapangan kerja serta peningkatan produktifitas dan kualitas SDM seperti yang dilakukan oleh Korea dan Jepang terutama dalam penguasaan teknologi. Untuk mewujudkan ini, pemerintahpun telah menyiapkan insentif bagi perusahaan yang menyiapkan penelitian dan pengembangan SDM.

Kestabilan Pertumbuhan Ekonomi
Menurut Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal Kementrian Keuangan, Luky Alfirman, Indonesia harus mampu melakukan transformasi ekonomi dengan cara menjaga pertumbuhan pada level 5% – 6% setiap tahunnya. Ini, dapat dilakukan dengan peningkatan pembangunan infrastruktur dan memanfaatkan Sumber Daya Alam yang dimiliki Indonesia.

Ini menjadi tantangan untuk pemerintah Indonesia dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dikarenakan kondisi perekonomian dunia saat ini yang cenderung belum pada kondisi terbaiknya. Penciptaan lapangan kerja sekaligus peningkatan mutu SDM pun butuh komitmen kuat dari pemerintah mengingat masih rendahnya komposisi lulusan akademis yang dibutuhkan.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: